728x90 AdSpace

  • Latest News

    26 December 2012

    Surat No. 114 untuk Pengawas Lebak

    No. 114                                                                      Rangkas Bitung, 15 Maret 1856


    Kepada Pengawas Lebaak

    Ketika saya menunjukkan surat dari Direktur Pekerjaan Umum No. 271/354, tertanggal 16 Februari ult. (bulan lalu) pada Anda, saya meminta agar Anda menjawab pertanyaan yang ada di dalamnya, setelah berkonsultasi dengan Regen dan berdasarkan surat petunjuk yang saya tulis di memorandum saya No. 97 tanggal 5 inst. (bulan sekarang).

    Memorandum itu berisi beberapa indikasi umum mengenai apa yang bisa dianggap patut dan adil dalam menetapkan harga-harga material yang akan dipasok dari masyarakat berdasarkan perintah pemerintah.
    Dalam memorandum Anda No. 6 tanggal 8 inst., Anda telah menyetujui permintaan saya—saya yakin, sejauh pengetahuan Anda. Karena itu, dengan bersandar pada pengetahuan lokal Anda serta Regen, saya serahkan perkiraan harga tersebut ke Regen apa adanya seperti ketika Anda membuatnya.

    Hal ini diikuti oleh sebuah surat dari pejabat senior, No. 326 tanggal 11 inst., meminta informasi mengenai penyebab adanya perbedaan antara harga yang saya berikan dengan biaya yang dikeluarkan di tahun 1853 dan 1854, untuk pembangunan sebuah penjara. 

    Saya, tentu saja, menyampaikan surat itu pada Anda, serta menginstruksikan secara lisan, agar Anda menjelaskan perkiraan harga Anda. Ini akan lebih mudah bagi Anda, karena Anda mampu berdasarkan instruksi yang ditujukan pada Anda dari surat saya tanggal 5 inst., yang instruksinya juga berulang kali kita diskusikan secara lisan.

    Sejauh ini, segalanya berjalan lancar.

    Namun kemarin Anda datang ke kantor saya dengan menggenggam surat dari Residen di tangan Anda, dari mulai berkata mengenai sulitnya untuk berhadapan dengan itu. Sekali lagi saya memerhatikan adanya hambatan pada diri Anda, untuk menyebut sebuah sekop adalah sebuah sekop (berbicara terus terang), sebuah sikap yang telah membuat saya menarik perhatian Anda beberapa kali, contohnya baru-baru ini di hadapan Residen—sebuah sikap yang, singkatnya, saya sebut sikap setengah hati, bertentangan dengan peringatan bersahabat saya pada Anda.

    Sikap setengah hati tidak akan menghasilkan apa-apa. Setengah bagus berarti tidak bagus. Setengah benar berarti tidak benar.

    Untuk gaji penuh, untuk tingkatan penuh, setelah sumpah yang jelas dan penuh, orang harus mengerjakan tugas sepenuhnya.

    Jika terkadang dibutuhkan keberanian untuk melakukannya, orang harus memiliki keberanian itu.

    Kalau saya, saya tidak akan berani mengurangi keberanian itu. Karena, seperti halnya ketidakpuasan dengan diri seseorang yang timbul akibat pengabaian tugas atau bersikap hangat-hangat kuku… pencarian belokan yang lebih mudah, keinginan untuk menghindari konflik selalu dan di mana saja, kecenderungan hati untuk “memperbaiki” segalanya, tidak bisa dielakan dapat menyebabkan kekhawatiran yang lebih besar, dan dalam kenyataannya lebih berbahaya, dibandingkan dengan yang akan dihadapi di jalur yang lurus dan ringkas.

    Mengenai masalah penting yang sekarang sedang dibahas pemerintah dan yang seharusnya sungguh-sungguh Anda khawatirkan secara resmi, secara tersirat saya serahkan pada Anda, agar berbicara, netral, dan hanya sesekali menyinggungnya dengan maksud bercanda.

    Baru-baru ini, sebagai contoh, laporan Anda mengenai penyebab kekurangan dan kelaparan di masyarakat telah saya terima, dan saya tulis di sana: “Semua ini mungkin benar tapi sepenuhnya benar, bukan juga kebenaran utama. Penyebab utamanya terletak lebih dalam”. Anda mengakui bahwa sebetulnya, dan saya tidak menggunakan hak saya untuk menuntutnya, dalam keadaan seperti ini, Anda seharusnya menyebutkan penyebab utama itu.

    Saya memiliki banyak alasan untuk kesabaran seperti itu, di antaranya adalah satu ini… saya rasa tidak adil jika tiba-tiba saya menuntut Anda sesuatu, yang mungkin bagi banyak orang lain yang berada di posisi Anda juga akan tidak mampu—tiba-tiba memaksa Anda untuk membuang kebiasaan tertutup serta takut dengan orang lain yang sebenarnya bukan kesalahan Anda sepenuhnya, sebab itu adalah kepemimpinan yang telah Anda beri. Akhirnya, sebagai awal saya ingin tunjukkan sebuah contoh betapa sederhana dan mudahnya untuk melaksanakan tugas sepenuhnya, daripada mengerjakan setengah-setengah.

    Sekarang, bagaimanapun, dengan memiliki kelebihan untuk mengawasi pekerjaan Anda untuk waktu yang lebih lama lagi, dan telah berkali-kali memberi Anda kesempatan untuk mengenal prinsip-prinsip yang—kecuali jika saya salah besar—pada akhirnya akan menang, saya akan minta Anda untuk meniru prinsip-prinsip ini. Saya akan minta Anda untuk mengumpulkan keberanian yang sebenarnya, Anda tidak kekurangan itu melainkan sudah tidak dipakai lagi, dan yang tampaknya harus ada jika ada yang berkata apa yang harus dikatakan mengenai keterusterangan serta pendirian seseorang; karena itu saya akan meminta Anda untuk melepaskan sepenuhnya ketakutan yang tidak jantan ini, dengan cara memberi tahu kebenaran nyata dari masalah tersebut.

    Akibatnya, sekarang saya menginginkan pernyataan yang singkat namun lengkap dari Anda, mengenai apa penyebab perbedaan harga antara saat ini dengan tahun 1853-1854.

    Saya sangat percaya jika Anda tidak akan menganggap semua tulisan ini dimaksudkan untuk menyakiti perasaan Anda. Saya berharap Anda cukup mengenal saya untuk bisa memahami jika saya hanya mengatakan kurang lebih apa yang saya maksudkan; dan sebagai tambahan sekali lagi saya yakinkan Anda bahwa komentar saya benar-benar hanya sedikit ditujukan pada Anda, dibandingkan pada sekolah tempat Anda belajar menjadi pegawai sipil Hindia Timur.

    Keadaan yang meringankan ini dapat, bagaimanapun, kehilangan seluruh kekuasaannya jika, masih ada pada saya dan melayani pemerintah di bawah bimbingan saya, Anda terus mengikuti rutinitas buruk lama yang saya tentang.

    Anda akan menyadari jika saya telah berhenti menyebut Anda “Uweledelgestrenge”. Saya sudah bosan. Tolong lakukan hal yang sama pada saya, dan biarkan “hak kebangsawanan” kita serta, jika diperlukan, “keteguhan” kita, muncul di mana saja, dan terutama, daripada gelar tidak masuk akal yang membosankan itu.

    Asisten Residen Lebak 
    Max Havelaar
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Surat No. 114 untuk Pengawas Lebak Rating: 5 Reviewed By: mh ubaidilah
    Scroll to Top