728x90 AdSpace

  • Latest News

    20 March 2012

    Catatan #17 Jembatan Dua dan Jembatan Sederhana


    Catatan Maman
    [Kelas VIII SMPN Satap 3 Sobang, 14 tahun]
    Pada hari Sabtu tanggal 14 Mei 2011 aku mau jalan-jalan ke Rangkasbitung. Sekarang aku dan teman-teman mau berangkat, menuju Cangkeuteuk. Setelah datang ke Cangkeuteuk, eh, ternyata mobilnya tidak ada. Lalu aku nanya ama orang Cangkeuteuk, “Mas, mobilnya belum datang?” Lalu Mas itu menjawab, “de, mobilnya ga bisa ke sini karena jalannya di portal. Lalu aku bilang terima kasih.
    Dan kami pun berjalan lagi menuju Cepak Gentong. Setelah aku datang ke Cepak Gentong ternyata masih tidak ada mobilnya. Di situ teman-teman ada yang marah ada juga yang bercanda-canda. Di situ kami ketemu dengan tukang ojeg. Lalu kami nanya, “Mas, nemu mobil rombongan tidak?” Tukang ojeg menjawab, “mobilnya di atas, Dek!” Lalu kami lari menuju ke mobil.
    Ternyata di atas mobil sudah banyak teman-teman yang menunggu. Di situ teman-teman sudah pada kumpul. Tinggal nungguin Pak Ubai dengan teman-temannya. Di situ kami nunggu lama sekali. Dan akhirnya, Pak Ubai datang juga dengan teman-temannya.
    Lalu kami berjalan dengan kendaraan mobil. Setelah berjalan ternyata mobilnya penuh sekali. Dan di situ Mas Sigit ingin tambah lagi mobilnya. Dan akhirnya mobil pun jadi dua. Lalu kami jalan lagi dengan hati senang karena mobilnya dua. Lalu kami dan Mas Sigit mulai nyanyi bersama. Membuat hati begitu bahagia karena jalan-jalan dengan orang yang berpengalaman.
    Di jalan saya melihat gunung, rumah-rumah mewah, toko-toko, dan lain-lain. Mas Sigit dan Pak Ubai orang paling baik. Mereka selalu membeli makanan untuk anak-anak dan ia sendiri.
    Di jalan, rombongan dihadang polisi. Dan sopir dipanggil oleh polisi. Untung, Pak Ubai, Mas Sigit, dan teman-teman mengikuti polisi. Dan hampir ada pertengkaran dengan teman Pak Ubai.
    Di situ kami ngobrol-ngobrol dengan Mas Sigit.
    Dan sampailah ke Rangkas, ke Gedung Aula Multatuli. Di situ saya sangat senang sekali. Melihat gedung-gedung yang tinggi. Saya sangat senang. Beribu-ribu senang. Karena baru pertama kali melihat gedung yang sangat indah.
    Di situ kami makan bersama dengan teman-teman. Perut pun sudah kenyang. Di situ kami dengan teman saling foto dan melihat keadaan di sana. Di situ saya duduk di tempat ngopi bupati.
    Dan juga melihat gedung-gedung lainnya.
    Lalu kami ke rumah sakit. Lihat-lihat ke rumah Multatuli yang sudah rusak. Sekarang sudah dijadikan gudang. Dan juga melihat jembatan mobil dan motor. Dan di sebelah kanan ada jembatan kereta. Dan di bawah jembatan ada orang gila. Lalu ke perpustakaan Saijah Adinda. Di situ kami dikasih makan oleh Mas Sigit.
    Saya tidak menuli semuanya karena kepala mulai sakit.
    Kami pulang menuju Aula Multatuli bersama hujan yang sangat deras. Di Aula Multatuli, Mas Sigit memberi tahu pada kami supaya mendengarkan dan menulis yang kita lihat dan kita rasakan.
    Di situ ada yang memotret Mas Sigit yang lagi memberi peringatan dan ada juga yang ngobrol-ngobrol. Lalu kami naik mobil untuk pulang. Dan di jalan melihat polisi lagi ngobrol dengan temannya. Mobil pun terus berjalan. Dan menuju POM untuk diisi bensin. Mana banyak lagi di depan mobil yang belum diisi bensin. Mana hujan lagi. Tapi sangat gembira karena itu pengalaman yang sangat luar biasa.
    Dan akhirnya saya menemukan si Sarman yang menjemput aku. Di Pondok Raksa saya naik motor dengan si Sarman sampai ke Cikadu. Aku tidak nungguin Pak Ubai dan teman-temannya karena aku sakit kepala dan ngantuk. Terima kasih.
    Perjalanan ke Baduy
    Pada hari Minggu tanggal 15-05-2011 saya mau jalan-jalan lagi. Ke Baduy. Mudah-mudahan asyik ya. Sekarang jalannya bukan ke Cangkeuteuk. Tapi ke Rasamala. Di jalan kami selalu gembira karena rasanya kayak anak Pak Ubai saja. Diberi makanan yang enak-enak.
    Dan sampailah ke lapangan Rasamala. Teman-teman Pak Ubai tidak kuat menaiki tanjakan Cikadu. Dan akhirnya dijemput oleh motor-motor pemuda Ciseel. Di situ kami langsung naik mobil. Dan langsung melaju ke Ciminyak. Di situ kami dibeliin makanan oleh Pak Ubai. Mas Sigit juga membeli makanan untuk kami.
    Lalu mobil pun jalan lagi. Di jalan melihat jembatan kuning. Ada juga jembatan putih dan lain-lain. Setelah lewat pintu masuk ke Baduy saya naik motor dengan si Sarman. Karena saya tidak kuat kalau naik mobil lama-lama. Dan sampailah ke Cijahe. Di situ kami langsung makan bersama. Di situ kami mulai melihat orang Baduy lagi bikin pagar bambu.
    Kami mendengarkan teman Pak Ubai sedang memberikan peringatan kepada kami. Sebelum berjalan ke tempat Baduy, kami membaca doa dulu. Selesai berdoa baru berangkat. Di jalan saya menyeberang jembatan orang Baduy. Jembatan sederhana. Tidak pakai paku. Hanya pakai tali kawung saja. Tetapi kuat jembatannya. Dan kami terus berjalan sambil ngobrol dengan teman-teman. Dan akhirnya datang ke tempat orang Baduy. Dan kami menyeberang sungai dulu. Aku dan Pak Ubai juga teman-teman berpegangan tangan.
    Ternyata rumah orang Baduy itu tinggi-tinggi. Tempat duduknya bambu bulat. Leuitnya ada 35. Di situ teman-teman Pak Ubai berbicara dengan orang Baduy.
    Sekarang kami mau pulang. Tiba-tiba udaranya mendung dan terpaksa kami hujan-hujanan lagi. Dan berteduh di saung orang Baduy. Saungnya pun mau roboh karena banyak yang rusak. Setelah datang ke Cijahe kami istirahat sebentar. Lalu naik mobil. Dan mobilnya tidak bisa naik karena jalannya licin. Terpaksa deh harus parkir ke bawah. Dan akhirnya bisa naik lagi.
    Sekarang kami di perjalanan untuk menuju pulang. Sekarang sudah sampai di Ciminyak. Di pasar Ciminyak aku ngebakso. Baksonya enak loh. Dan kami juga mau berpisah dengan sebagian teman-teman Pak Ubai. Hati sangat sedih. Tadinya kumpul sekarang harus berpisah. Dan kami pun pulang. Lalu melambaikan tangan. Selamat tinggal.
    Sampailah di lapangan Rasamala. Pas ke Cikadu pukul 06.00 maghrib.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Catatan #17 Jembatan Dua dan Jembatan Sederhana Rating: 5 Reviewed By: mh ubaidilah
    Scroll to Top