728x90 AdSpace

  • Latest News

    20 March 2012

    Catatan #16 Senang Mengunjungi Rumah Multatuli


    Catatan Andi Suhandi
    [Kelas VIII SMPN Satap 3 Sobang, 15 tahun]

    Pada hari Sabtu tanggal 14-05-2011 kami semua pergi piknik ke Rangkas untuk menyusuri jejak Multatuli. Berangkat dari rumah sekitar pukul 06.30 kami berjalan dari Ciseel sampai Cengal. Ternyata truk sudah menunggu di simpangan Cengal. Kami semua menunggu Pak Ubai dan kawan-kawannya karena Pak Ubai terlambat. Tidak lama kemudian setelah Pak Ubai datang dan kawan-kawannya kami semua berangkat naik mobil. Sesampainya di perjalanan ternyata kami semua tidak nyaman karena orangnya terlalu banyak. Tidak lama kami ambil satu mobil lagi. Jadi dua mobilnya. Setelah itu kami semua merasa nyaman dan lega karena orangnya dibagi-bagi.
    Setelah di aula Multatuli kami ke pendopo makan siang. Setelah makan siang kami semua kelilingan di aula Multatuli diajak jalan-jalan oleh Pak Ubai. Pak Ubai memperkenalkan keadaan di aula Multatuli yang sangat indah.
    Setelah itu kami keliling lagi ke rumah Multatuli. Kami senang ke rumah Multatuli. Setelah itu ke jalan Multatuli. Setelah di jalan Multatuli kami ke SD Multatuli. Setelah dari SD kami ke jembatan air yang sangat luas. Habis itu kami ke apotek Multatuli kami semuanya masuk ke apotek dan sambil ngobrol-ngobrol tentang apotek itu.
    Habis itu kami berjalan ke perpustakaan Saijah Adinda. Di situ kami mampir dan ngobrol lagi. Setelah itu kami balik lagi ke pendopo. Terus kami pulang. Kami kehujanan yang sangat deras. Di perjalanan kami semua menyanyi-nyanyi. Di pinggir jalan aku melihat kebun yang sangat luas. Walaupun hujan kami tetap senang karena ada Mas Sigit penghibur. Lalu hujan tidak deras lagi setelah datang ke Cikadu. Kami kehujanan lagi, hujannya lebih deras lagi.
    Terus kami menyeberang sungai yang hendak caah tapi kami selamat. Kami dan kawan-kawan menunggu Pak Ubai. Kami kemaghriban di Cikadu. Kami sampai di rumah pukul 06.30. Jalan-jalan seharian ke Rangkas, besok mau ke Baduy.
    Pada hari Minggu tanggal 15-05-2011 kami pergi ke Baduy untuk jalan-jalan sambil menulis catatan. Pukul 07.30 kami berangkat ke lapangan Cikadu. Ternyata jalannya sangat jauh dan menanjak terus dari Cikadu sampai ke lapangan. Sesampai di lapangan truk dan kijang sudah menunggu kami. Terus kami istirahat dulu di sana dan sambil foto-foto oleh temannya Pak Ubai.
    Tidak lama kemudian sehabis istirahat dan karena sudah siang kami langsung saja naik mobil. Saya kebagian untuk naik mobil kijang dengan Mas Sigit. Terus kami di jalan sambil bercanda tawa terus sama Mas Sigit di sepanjang jalan. Terus sesampai di Ciminyak Mas Sigit dan Pak Rahardi membeli makanan untuk kami semua. Terus kami makan salak, kue, dan permen. Bersama-sama sambil canda tawa karena ada Mas Sigit yang suka menghibur.
    Tak lama kemudian di Cisimeut kami hampir saja nyasar. Kami mau belok kanan eh ternyata salah. Terus kata Pak Ubai, “kiri, kiri, Pir. Jangan belok kanan!” Sopirnya nurut sama Pak Ubai. Di Cisimeut itu ternyata ada jembatan kuning yang panjang. Di perjalanan kami melewati Cisimeut, Bojong Manik, Leuwidamar, dan seterusnya. Sesampai di Baduy sekitar pukul 13.00. Tapi kami tidak langsung ke Baduy karena jalannya kecil. Motor pun tidak bisa apalagi mobil. Kami hanya sampai di Cijahe. Dari Cijahe kami berjalan kaki sampai Baduy kampung Cikeusik. Terus kami dan Pak Ubai beserta yang lainnya menyeberang sungai Ciujung.
    Setelah sampai Cikeusik saya disuruh menghitung lumbung padi orang Cikeusik. Ternyata ada 35 lumbung alias leuit. Terus kami berjalan lagi ke rumahnya orang Cikeusik. Sesampai di sana kami tidak beristirahat dulu tapi langsung berkeliling. Terus wartawan menanyakan segalanya kepada orang Baduy. Terus saya, Tomi, Yani, dan Nurdi keliling. Pas si Yani mau nulis catatan di situ ada anjing yang menggonggong. Kami terus ketakutan. Kami semua pada lari.
    Setelah itu kami ke Cikartawana dan Cibeo. Namun di perjalanan kami kehujanan. Kami mampir di saung orang Baduy. Ternyata di gubuk itu ada orangnya terus Pak Acang meminta izin sama orang itu. Tiba-tiba hujannya selesai. Kami tidak ke Cikartawana dan Cibeo karena sudah sore. Di situ kami sekitar pukul 03.00. Kami akhirnya balik lagi ke Cijahe. Terus kami beli makanan dan langsung naik mobil.
    Setelah di lapangan Cikadu kami kesorean sekitar pukul 05.30 terus dari situ kami berjalan lagi sampai di Cikadu pukul 06.15 sampai di rumah saya sekitar 06.30. Saya langsung saja mandi. Mengambil air wudhu terus sembahyang maghrib.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Catatan #16 Senang Mengunjungi Rumah Multatuli Rating: 5 Reviewed By: mh ubaidilah
    Scroll to Top